>Hakikat Ilmu & Pencapaiannya

>

Jika kita berbicara Ilmu tentu tidak akan ada habisnya, tapi kali ini kita persempit saja tentang ilmu gaib (mistik islam). saya membahasnya dengan cara islam & sudut pandang islami, tentunya Alhamdullilah karena saya beragama islam. tapi buat kaskuser lain yang beragama lain silahkan sesuaikan dengan kepercayaan masing – masing.

Hampir sudah 8 tahun saya berpetualang & bersilaturahmi kepada para guru yang menjalani kehidupan spritual untuk belajar kepada mereka, baik itu hanya sebuah tauziyah (nasehat), pengizajahan & laku spritual maupun memberian kenang – kenangan beberapa pusaka kepada saya.
Sampai saya mempunyai sebuah kesimpulan tentang hakikat ilmu & cara pencapainnya dengan baik ini sekaligus menjawab pertanyaan beberapa sahabat yang pernah berdiskusi kepada saya.
  1. Seorang guru pernah memberikan tauziyah kepada saya bahwa pokoknya ilmu itu adalah TAUHID, ini mengacu kepada rukun iman & islam yang pertama (silahkan agan menilainya), dalam kitab Al- hikam ibn Atha’illah memberikan sebuah nasehatnya “Salah satu tanda bergantungnya seseorang kepada amalnya adalah kurangnya (harapan terhadap rahmat Allah) takkala ia mengalami kegagalan”, dan ini sesuai dalam firman Allah (an-Naml :40)

  2. Keberhasilan sebuah Ilmu baik itu ilmu muhasabah (pengasihan), Keselamatan ataupun yang lainnya tergantung keyakinan dan amal dari yang menjalankannya. ada 3 hal yang mesti dipahami :

    a. Ilmu ; Pelajari dulu ilmunya dengan sanad yang jelas
    b. Amal; lakukanlah kewajiban sebagai muslim dgn pengharapan kepada Allah SWT
    c. Amalan ; jika sdh benar keyakinan kepada Allah barulah memulai sebuah pengamalan.

  3. Dalam islam tidak mengenal ilmu kedigjayaan yg mengarah kepada kesombongan atau pamer kekuatan. ketika saya belajar sebuah ilmu keselamatan, sang guru berkata ilmu ini bukan ilmu kekebalan tapi ilmu agar di selamatkan oleh Allah dari benda tajam, peluru tajam ataupun yg sejenisnya sehingga kita diberikan pertolongan dari Allah Aja’waja lah. tapi jika ada orang yg memamerkan kekuatan kebal dr senjata tajam tentu dia menggunakan bantuan syaitan. dalam Al Hikam ibn Atha’illah memberikan sebuah nasehat yang cukup indah “gantungkan hidupmu hanya pada allah dengan begitu ridhonya akan dekat kepada mu”

  4. Dalam Al hikam ibn Atha’illah berkata jangan berputus asa atas amalan yang ditolak “Janganlah berputus asa atas tidak diterimanya sesuatu amal yang hatimu tidak hadir (saat melakukan amal itu). boleh jadi Allah menerima suatu amalan, meskipun buahnya tidak dapat engkau petik (merasakan) seketika itu juga”.

  5. Jika agan memilih guru atau bersyareat kepada orang yang menjalani laku spritual hendaknya lihat ibadahnya, kezuhudannya & cara pandangnya. ibn Atha’allah menberikan nasehatnya “Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang keadaannya tidak membangkitkan semangatmu, dan pembicaraannya tidak membimbingmu ke jalan Allah”. hati2 agan sekalian salah kita memilih maka akan tersesat selamanya.

  6. Apakah belajar ilmu gaib di wajibkan membayar mahar dalam pengizajahannya? jawabnya YA, tapi tidak boleh MEMBERATKAN & sesuai dengan keikhlasan dari si penerima. seorang guru pernah berkata mengizajah sebuah amalan sama saja kita mengawinkan amalan tersebut kepada ruh kita sama spt ijab kabul perkimpoian dimana di dalamnya terdapat mahar. selain itu ada hal yang mesti agan ketahui adalah jika seorang menghidmat (menjalankan ilmu hikmah) maka 80% shadaqoh yang dia terima harus digunakan untuk kepentingan & kemajuan agama islam, dan 20% boleh digunakan untuk kehidupannya. Jika syarat ini dilanggar salah satu keturunannya akan menjadi bodoh. Karena salah satu syarat ini banyak para penghidmat mengalami kegagalan.

  7. Bagaimana cara mengizajahan yang baik?
    a. tetapkan hati & ikhlas untuk menerima ilmu dari sang guru
    b. dalam bbrp ilmu amalan yg diberikan tidak boleh ditulis jd sang murid harus menghapalnya dalam 3x pengulangan yang dibacakan sang guru.
    c. melakukan proses ijab Kabul kepada sang guru, disertai maharnya
    NB : Mahar bisa berupa apa saja, spt membaca surat al fateha, makanan, uang ataupun emas asal tidak boleh memberatkan.

  8. Apakah dalam mistik islam mengenal wafak, azimat ataupun rajah?
    Kadang pertanyaan ini agak sulit di jawabnya, tapi satu hal yang mesti kita ingat adalah Kanjeng Nabi pernah bersabda “andaikan pohon – pohon dibumi di jadikan pena & lautan dijadikan tintanya tidak akan cukup untuk menuliskan ilmu Allah”. Dan firman Allah itu ada yang tersurat (dlm Al-qur’an nur karim) & tersirat. Nah dalam perjalanan peradaban ini banyak ilmu Allah yg diterjemahkan dan ditulis dalam beberapa kitab spt Kitab Abu Mashar Alfalaqi (ilmu falaq), kitab tanjul muluk (ilmu hiqmah) dan di dalamnya banyak memuat gambar2 rajah, tentunya harus berpedoman dlm Al-Qur’an. Benar tidaknya Allahu Alam Bishawab.

  9. Apakah dalam menjalankan laku spiritual dibutuhkan tata cara khusus?
    Dalam beberapa amalan kenapa laku spiritual di perlukan seperti wirid sekian kali, puasa sekian hari & sebagainya, sebenarnya hakikatnya adalah untuk menguji sejauh mana kesabaran & keihklasan bagi yang menjalankan. Serta agar diri kita berserah diri hanya pada Allah.

  10. Tidak ada cara INSTAN untuk mendapatkan ilmu spiritual kecuali bersekutu dengan syaitan

Kebenaran Hanya Milik ALLAH SWT, jika apa yang saya sampaikan terdapat kekeliruan itu adalah kehilafan saya sebagai manusia.

Selektiflah agan sekalian dalam meminta bantuan kepada pelaku spiritual agar tidak tersesat dan keluar dari Sunahtullah.

Wassalam
Bisma Pandu Tirta



Link asal saya dapati di
dengan ijin
Bisma Pandu Tirta

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s